MEMILIH TEMA PENELITIAN

Salam jumpa kembali ya…

Kali ini, saya akan membahas cara memilih tema penelitian. Mengapa tema ini menjadi penting saya tulis di sini? Jawabannya sederhana. Banyak di antara mahasiswa, baik mahasiswa S1, S2, bahkan S3 seringkali mengalami hal serupa, yaitu mengalami kesulitan ketikan ingin memilih tema penelitian. Terkadang, kesulitan itu disebabkan oleh ketiadaan ide yang ingin diangkat menjadi tema penelitian. Tetapi, seringkali justru sebaliknya. Karena memiliki terlalu banyak ide, justru mahasiswa bingung menentukan pilihannya.

Kesadaran terhadap minat menjadi faktor utama. Jadi, tema yang peneliti pilih hendaknya tema yang terkait dengan minat peneliti. Sekalipun demikian, pemilihan minat perlu disesuaikan dengan jurusan, program studi, dan konsentrasi masing-masing. Hal ini perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Seorang mahasiswa yang ingin menulis karya ilmiah akhirnya perlu menyesuaikan dengan jurusan, program studi, dan konsentrasinya. Mengapa demikian? Karena mahasiswa tersebut sesungguhnya sedang belajar banyak tentang keilmuan sesuai jurusan, program studi, dan konsentrasi. Dengan membuat karya ilmiah akhir yang searah, akan menghantarkan mahasiswa menjadi lulusan yang betul-betul kompeten di bidangnya.

Setelah mahasiswa mengetahui minat yang sesuai dengan keilmuan yang dipelajari, maka langkah berikutnya yang harus menjadi pertimbangan adalah kemudahan memperoleh data. Peneliti harus mampu membaca situasi tentang kemudahan memperoleh data peneitian. Minat dalam satu bidang yang tidak diikuti oleh adanya data penelitian, maka penulisan karya ilmiahnya menjadi sangat terganggu. Sebaliknya, kemudahan memperoleh data yang tidak diikuti dengan minat pada materi penelitian, akan mengganggu eksplorasi data tersebut.

Keduanya, antara minat dan kemudahan memperoleh data harus saling mendukung. Seorang peneliti kuantitatif harus dapat memastikan diri mampu mendapatkan akses untuk memperoleh data penelitian. Jika peneliti ingin melakukan penelitian di suatu lembaga, maka peneliti perlu memastikan bahwa dirinya diberikan izin untuk melakukan penelitian di tempat tersebut. Bagi peneliti kualitatif lapangan juga harus melakukan hal serupa dengan peneliti kuantitatif tersebut. Adapunpenelitia kualitatif yang berbasis penelitian konsep, harus memiliki referensi sangat memadai yang terkait dengan tema penelitiannya. Peneliti kualiatif hendaknya memiliki referensi beragam yang berhubungan dengan tema penelitian, dari berbagai sudut pandang (shunhaji).

4 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.