REAKTUALISASI SPIRIT IDUL FITRI




السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 الله اكبرx ٩  - لا اله الاالله هوالله اكبر الله اكبر ولله الحمد - الحمدلله الكريم الخلّاق والصلاة والسلام على سيدنا محمد المبعوث لتتميم مكارم الاخلاق اشهدان لااله الا الله الوهّاب  والرّزّاق واشهد انّ محمدًا عبدُه ورسوله وسيّدالسادات فصَلوات الله وسلامُه على سيدنا محمد خيرِالعباد وعلى اله واصحابه ماجرى قلم التلخيص والبيان على صفحات الاوراق -امّا بعد- فياعبادالله اوصيكم واياي بتقوى الله لعلكم ترحمون   - قال الله تعالى -  ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ( ) إ ِنَّهُمْ لَنْ يُغْنُوا عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَإِنَّ الظَّالِمِينَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ ( ) هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ  

Hadirin jamaah shalat Idul Fitri, rahimakumullah waradhiya ‘ankum wabaraka lakum.

Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt dan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad saw. Teriring doa, semoga Allah swt menerima dan memberikan pahala atas semua amal ibadah baik kita. Amin ya robbal ‘alamin.

Mengawali khutbah ini, khatib mengajak kepada hadirin dan mustami’in termasuk diri khatib, untuk menyempurnakan takwa. Takwa merupakan perjanjian suci antar kita sebagai hamba dengan Allah swt, Sang Pencipta. Ketakwaan seseorang berbanding lurus dengan kesediaannya untuk melaksanakan perintah-perintah dan menjauhkan diri dari larangan-larangan Allah swt. Kesempurnaan takwa seseorang berbanding lurus dengan upayanya untuk membersihkan diri dari perkataan, sikap, perbuatan yang hina (at takholli ‘ankulli rodzilah) serta menghiasi diri dengan perkataan, sikap, perbuatan yang mulia (at taȟalli bikulli fadlilah).



Hadirin rahimakumullah,

Ramadhan dengan segala kemuliaannya diperintahkan Allah SWT dengan misi mengantarkan setiap Mukmin menuju peningkatan derajat ketakwaannya. Pada bulan Ramadhan, setiap Muslim yang memenuhi persyaratan diperintahkan untuk menahan diri dari makan, minum, melakukan hubungan badan suami istri sejak fajar hingga maghrib. Pada bulan Ramadhan, setiap Muslim sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal baik, mengurangi amal tercela. Pada bulan Ramadhan, setiap Muslim mengingat kembali turunnya al-Qur’an dan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Hari ini adalah idul Fitri. Ramadhan telah pergi. Maka, makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa telah dikembalikan. Semua yang halal dan diperintahkan menahan diri saat Ramadhan, hari ini telah diperbolehkan kembali. Oleh sebab itu. agar misi Ramadhan dalam mengantarkan ketakwaan tercapai, dirasa penting melakukan reartikulasi spirit Idul Fitri. Upaya reartikulasi ini diharapkan agar setiap Muslim, pada Idul Fitri ini, bukan sekedar merasa telah menang, berhasil menyelesaikan tugas berpuasa, melainkan perlu lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran terhadap fitrah kemanusiaan. Upaya reartikulasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kemanusiaan yang dapat saling memaafkan, saling membantu, saling menasihati, saling menolong, saling mengasihi, dan saling mendoakan. 



Hadirin rahimakumullah,

Makhluk Allah SWT dalam kehidupan dunia ini, ada yang memiliki akal tetapi tidak dibekali nafsu yaitu malaikat. Terdapat makhluk yang memiliki nafsu tetapi akalnya tidak sempurna yaitu binatang. Manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan akal dan nafsu sempurna. Dengan akal dan nafsunya, manusia disebut sebagai makhluk teomorfis, yaitu makhluk yang memiliki berbagai kelebihan tetapi memiliki kelemahan yang melekat pada dirinya sehingga masih tetap membutuhkan pedoman hidup dan petunjuk Allah SWT. Dan, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup. Seperti disebutkan dalam QS. Al-Jatsiyah/ 45: 20, sebagai berikut:



هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini”

 الله اكبرx ٣

Selama bulan Ramadhan, manusia Mukmin diperintahkan untuk mengurangi porsi nafsu dan menambah porsi akal, dengan berpuasa dan segala amal baik yang dianjurkan. Pada bulan Ramadhan, akhlaq Allah SWT diajarkan kepada setiap Mukmin. Mereka dianjurkan saling berempati dengan menyediakan makanan berbuka. Mereka dianjurkan meningkatkan shadaqah, menjaga kemuliaan sesama manusia, dianjurkan menghindari ghibah, namimah, dan sejenisnya. Dengan demikian, pada saat Ramadhan, seolah-olah umat Mukmin telah mendekatkan diri dengan Allah hingga seolah-olah telah menyatukan dirinya dengan Allah SWT dan menyebarkan kedamaian di muka bumiNya. Pada bulan Ramadhan tersebut, juga diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk yang disertai utusan seorang Rasul untuk menjelaskan sekaligus mencontohkan pengamalan bagaimana petunjuk tersebut dilaksanakan.

Hadirin rahimakumullah,

Perginya Ramadhan, sekaligus hadirnya Idul Fitri, memberikan legitimasi bahwa umat Muslim yang Mukmin, adalah makhluk teomorfis. Setelah melaksanakan ibadah puasa dan rangkaian ibadah lain di bulan Ramadhan, mereka semakin menyadari derajat kemanusiaan yang selalu membutuhkan orang lain. Karena itulah, mereka bukan tipe orang yang menghujat orang lain karena Tuhan berbeda. Atau Tuhannya sama tapi alirannya berbeda. Atau alirannya sama tetapi dari suku yang berbeda. Atau asal suku sama tetapi partainya berbeda, atau partainya sama tetapi pendapatnya berbeda. Atau pendapatnya sama tetapi pendapatannya berbeda.

Makhluk teomorfis selalu membutuhkan Allah SWT. karena itu, dia harus selalu menjaga hubungan baik dengan Allah SWT. Allah SWT berfiman dalam QS. Fathir: 15,



ياايهاالناس انتم الفقراء الى الله والله هو الغني الحميد

“Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah. Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”

Manusia yang sangat membutuhkan Allah SWT diperintahkan agar selalu menjaga hubungan baik dengan Allah SWT dan memohon agar diberikan petunjuk menuju kebahagiaan dan kemampuan menguikutinya. Dalam QS. Al-Fatihah: 6, Allah SWT berfirman:

اهدناالصراط المستقيم

  

“Karuniakan petunjuk kepada kami jalan yang lurus”



Hadirin rahimakumullah,

Idul Fitri, seyogynya mengembalikan fitrah kemanusiaan umat Muslim yang selalu membutuhkan orang lain. oleh karenanya, umat Muslim juga harus mampu menjaga hubungan baik dengan sesama.  Oleh karena itu, Misi utama Rasulullah saw diutus di muka bumi ini adalah menyampaikan ajaran-ajaran agar manusia memiliki akhlak mulia, baik akhlak kepada Allah swt, akhlak kepada diri sendiri, akhlak terhadap sesama, maupun akhlak terhadap makhluk lain. Rasulullah saw bersabda:



انما بعثت لاتمم صالح الاخلاق[2]



Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak baik”.



Rasulullah saw mengajarkan akhlak mulia, dimulai dari diri pribadi beliau. Rasulullah saw merupakan sosok mulia, berakhlak mulia, dan mengajarkan akhlak mulia. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad saw, diabadikan dalam QS. Al-Qalam/ 68: 4,

  وانك لعلى خلق عظيم[3]



Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti luhur”.



Dalam ayat yang lain, Al-Qur’an juga mengabadikan tugas kerasulan baliau:



وماارسلنك الا رحمة للعالمين[4]

Dan Kami tiadak mengutus engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”.



Hadirin rahimakumullah,

Sebagai umat Muslim, maka sosok yang paling tepat untuk dijadikan figure dan contoh teladan adalah Rasulullah saw. Sosok yang paling tepat diikuti jejaknya adalah Rasulullah saw. Karena mengikuti Rasulullah merupakan tanda umat Muslim cinta kepada Allah swt.



قل ان كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم والله غفوررحيم[5]



Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang



Rasulullah saw adalah sosok manusia paling humanis, santun, rendah hati, tegas, dan penyayang. Wajah beliau sangat enak untuk dipandang. Beliau pribadi yang memberikan kenyamanan pada siapapun yang berkomunikasi dengannya. Cara dakwah beliau melakukan pendekatan dengan cara mengajak bukan mengejek. Sebagai pemimpin tertinggi, baik pemimpin agama, kepala negara, dan kepala pemerintahan, beliau tokoh yang sangat menyayangi masyarakatnya yang plural. Beliau mengajarkan agar siapapun yang lebih muda menghormati yang lebih tua, dan sebaliknya, yang lebih tua menyayangi yang lebih muda, memuliakan tamu, menghormati tetangga, dsb. Beliau membawa Islam sebagai ajaran yang menghadirkan kedamaian.   



Hadirin rahimakumullah,

Momentum Idul Fitri kali ini, marilah kita kembalikan fitrah diri kita untuk mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah saw. Seorang Muslim tidak sepatutnya bermusuhan dengan Muslim yang lain hanya karena berbeda pendapat, berbeda rumah partai, berbeda pandangan dalam memilih pemimpin, berbeda cara beribadah dan perbedaan-perbedaan furu’iyyah lain. Perbedaan-perbedaan yang muncul dari pandangan kita hanyalah bersifat dzonny, sementara itu, telah jelas ajaran yang bersifat qath’iy bahwa sesama Muslim harus saling menjaga satu dengan yang lainnya, sesama Muslim adalah satu saudara yang saling mengikat satu dengan yang lain. Perintah yang sudah qath’iy tidak bisa gugur dengan adanya dhanny. Terkait sikap Muslim terhadap Muslim yang lain, Rasulullah saw bersabda:



المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده[6]



Seorang Muslim (sesungguhnya) mampu menyelamatkan Muslim yang lain dari perkataan dan perbuatannya”.



Bahkan, perintah untuk menjaga kehormatan dan larangan saling merendahkan orang lain telah jelas dalam Al-Qur’an. Allah swt berfirman:



يا ايهاالذين امنوالايسخر قوم من قوم عسى ان يكونوا خيرا منهم ولانساء من نساء عسي ان يكن خيرا منهن ولاتلمزواانفسكم ولاتنابزوا بالالقاب بئس الاسم الفسوق بعدالايمان ومن لم يتب فاؤلئك هم الظالمون[7]



Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pulan sekumpulan perempuan mencela sekumpulan yang lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang dzalim



Hadirin rahimakumullah,

Rasulullah saw hidup di tengah-tengah masyarkat dengan hiasan kemuliaan akhlak. Ajaran dakwah beliau sangat bermartabat. Ketika Malaikat Jibril mengusulkan supaya Rasulullah saw meminta izin kepada Allah, dan memperkenankan Malaikat Jibril membinasakan orang-orang yang menentang ajaran dakwah, Rasulullah saw justru mohon kepada Allah agar mereka memperoleh hidayah kebenaran. Barangkali kita masih mengingat nama Abu Jahal atau al-Hakam ibn Hisyam, yang terkenal dengan Fir’aun Mekah, orang yang terkenal sangat keras memusuhi Rasulullah SAW dan para sahabat. Kemuliaan akhlak Rasulullah menjadi penyebab Ikrimah anak Abu Jahal menjadi Muslim yang taat dan berjasa dalam pengembangan Islam. Barangkali kita mengenal Khalid bin Walid, yang terkenal dengan Pedang Allah (saifullah), karena sepanjang karirnya tidak pernah kalah perang membela Islam. Sahabat yang pertama kali, dalam sejarah, menyatukan kepemimpinan militer di Jazirah Arab. Tetapi, ayah beliau Al-Walid bin Al-Mughirah merupakan jajaran pejabat dan orang terkaya di Arab pada saatnya, yang paling menentang Islam.



Hadirin rahimakumullah,

Mengakhiri khutbah pertama ini, khatib ingin bercerita: Ada seseorang yang dianggap shalih dan kaya, rumahnya besar dan bertingkat, sedang terkena banjir. Pemilik rumah ini terus berdoa minta diselamatkan dari bahaya banjir. Pada saat banjir menggenangi lantai pertama rumahnya, hadirlah tetangganya ingin menolong, tetapi orang ini menolak dengan alasan sudah memohon keselamatan dari Allah dan yakin rumahnya lebih tinggi dari genangan air. Ternyata genangan air semakin tinggi hingga menutup lantai kedua. Tim penyelamat hadir dua kali ingin menyelamatkan Bapak pemilik rumah. Tetapi beliau tetap menolak dengan alasan doanya pasti dikabulkan oleh Allah swt. Hingga akhirnya pemilik rumah meninggal terhanyut bersama banjir. Terjadilah dialog saat dia ditanya dalam alam kuburnya. Kira-kira jika dibahasakan, dia seolah-olah protes kepada Allah yang berjanji mengabulkan setiap doa hamba-Nya, tetapi terhadap doanya tidak dikabulkan. Maka pertanyaan inipun dijawab: “Wahai hamba-Ku, bukankah telah hadir pertolongan-Ku tiga kali kepadamu tetapi ketiganya kamu tolak?”.

Hadirin, khatib ingin menyampaikan bahwa terkadang Allah swt memberikan pertolongan kepada kita atau menjawab doa-doa kita melalui keluarga, teman, tetangga, kerabat, rekanan bisnis, pimpinan, karyawan, atau siapapun selain diri kita. Oleh karenanya, berakhlak baik kepada mereka merupakan sebuah keniscayaan. Akhlak mulia merupakan manifestasi takwa. Kemuliaan akhlak menjadikan seeorang berfikir positif, berkata positif, dan bertindak positif. Orang Mukmin yang berakhlak mulia memperoleh penghargaan tinggi di sisi Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah saw:



انِّ المؤمن ليدرك بحسن خلقه درجة الصا ئم القائم[8]

"Sesungguhnya seorang Mukmin dengan akhlak yang baik, akan mencapai derajat orang yang shaum di siang hari dan shalat di malam hari."

Hadirin rahimakumullah,

Marilah kita jadikan Idul Fitri ini, sebagai awal pijakan melapangkan hati, menerima kehadiran kerabat dan sahabat, sebagai penyebab turunnya rahmat, Semoga semua yang hadir di sini pada saat ini selalu dalam bimbingan, cinta, kasih dan karunia illahi rabbil ‘izzati.

اقول قولي هذا فاستغفروااالله العظيم انه هوالغفور الرحيم





Tuilisan ini published atas permintaan beberapa teman.


[2] HR. Ahmad dalam Musnad no 8952, Al Bukhori dalam Al-Adab al-Mufrod no 273.
[3] QS. Al-Qalam/68: 4.
[4] QS. Al-Anbiya’/21: 107
[5] QS. Ali Imron/ 3: 31.
[6] HR. Bukhori no 10 dan Muslim no 40.
[7] Al-Qur’an Surat Al-Hujurat: 11
[8] HR. Abu Dawud (no 4798), Ibnu Hibban (no 1927), al-Hakim (1/60) dari Aisyah r.ah dan disahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh Imam Ad-Dahabi.
[9] QS. Al-Muddatstsir/ 74: 56

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.