PUASA IBADAH PERSONAL


Keyakinan itu tidak dapat dilihat oleh mata kepala secara langsung. Keyakinan merupakan pekerjaan hati yang hanya diketahui oleh pemilik hati dan Tuhannya. Bahkan, malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amal, hanya mencatat amal yang tampak bukan yang tidak tampak. 

Ibadah puasa diwajibkan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang beriman. Mereka adalah orang yang memliki keyakinan dalam hatinya. Mereka melakukan aktivitas ibadah dilandasi dengan keyakinan hati yang kuat.

Perintah puasa merupakan ibadah personal. Seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa, dapat merahasiakan ibadahnya dari orang lain. Demikian halnya, seseorang dapat merahasiakan bahwa dirinya sedang tidak berpuasa. Orang-orang seperti ini, dapat berpura-pura menjalankan ibadah puasa tetapi berbuka di tempat-tempat yang mereka anggap sepi. Karena itulah, puasa menjadi ibadah personal. Hanya pelaksana puasa dan Allah SWT saja yang mengetahuinya.

Karena puasa menjadi ibadah personal, imbalan yang dijanjikan juga personal. Seberapa besar pahala yang akan diterima oleh seseorang yang melaksanakan puasa, tergantung seberapa besar cinta yang ditunjukkan untuk melaksanakan ibadah puasa tersebut. Hal ini, tergambar dalam sabda Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Seberapa besar keberhasilan dan imbalan yang akan diperoleh seorang hamba, bergantung pada keseriusan mereka melaksanakan ibadah puasa. Masing-masing individu diberikan hak untuk mengambil besar bagian imbalannya. Allah SWT telah menyiapkan imbalan melebihi hitungan 700x lipat. Seberapa besar yang akan diambil, kembali kepada pribadi yang bersangkutan. Wallahu a'lam bi asshowab. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.